Text

Penambahan Alat Kerja Untuk Mengurangi Cacat Kotor (Dirty) Pada Woven Label Di PT Sejin Fashion Indonesia


Perkembangan industri alas kaki di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat seiring kemajuan teknologi digital dan otomasi. Namun, kualitas produk masih menjadi tantangan, khususnya cacat kotor (dirty) pada woven label, yang berperan penting sebagai identitas merek dan elemen estetika. Di PT Sejin Fashion Indonesia, cacat kotor (dirty) pada woven label mencapai 2,8% atau 280 unit dari setiap 10.000 pasang sepatu, melebihi batas toleransi buyer internasional sebesar 1,5%. Cacat ini berdampak pada meningkatnya jumlah rework, biaya produksi, dan rendahnya kepuasan pelanggan. Berdasarkan analisis Fishbone Diagram, penyebab cacat kotor (dirty) meliputi faktor manusia (minim pelatihan dan kesadaran), mesin (tidak adanya pelindung pada tongue), metode (SOP belum baku), material (label mudah kotor), dan lingkungan kerja (tidak steril). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penambahan tooling pada bagian tongue mesin untuk mengurangi cacat kotor (dirty) pada woven label. Penelitian dilakukan melalui observasi, dokumentasi, analisis fishbone diagram serta uji statistik paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan rata-rata cacat sebelum penambahan tooling sebesar 59,08 unit per hari, dan setelah penambahan turun menjadi 44,50 unit. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p


Ketersediaan
#
Ruang Karya Ilmiah 92 TPPK 2025 c.1
TATPPK250001687
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
92 TPPK 2025 c.1
Penerbit
Yogyakarta : Politeknik ATK.,
Deskripsi Fisik
xiii, 79 halaman., 30 cm +CD.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
685.3072 Sis p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Prodi TPPK
Pernyataan Tanggungjawab
Informasi Lainnya
Artikel
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar