PENAMBAHAN DISPERSING AGENT PADA PROSES PASCA TANNING UNTUK MENGURANGI KADAR COD (Chemical Oxygen Demand)
DOI:
https://doi.org/10.58533/sbnkd059Kata Kunci:
post tanning, COD, Dispersing agent, Fization, Spectrophotometer, UV-VisAbstrak
Pada industri penyamakan kulit, proses pasca tanning menghasilkan limbah yang berujud cairan. Salah satu parameter limbah cair adalah Chemical Oxygen Demand (COD). Bahan kimia yang digunakan pada proses pasca tanning berpengaruh terhadap kadar COD limbah cair. Tujuan penelitian adalah mengetahui penambahan dispersing agent pada tahap proses pasca tanning untuk menurunkan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) pada buangan limbah proses. Berdasarkan tahapan proses pasca tanning tersebut, pada proses fiksasi fatliquoring mengandung banyak bahan organik sehingga ditandai dengan tingginya nilai COD. Semakin tinggi COD, maka kandungan oksigen terlarut dalam air semakin rendah. Kadar COD yang tinggi dapat memiliki pengaruh yang buruk bagi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu trial dengan menambahkan dispersing agent pada proses pasca tanning. Pengukuran COD dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis. Penambahan dispersing agent sebanyak 10% dapat menurunkan kadar COD dari 62200 mg/L menjadi 56550 mg/L (ada penurunan 9,08%). Hasil dari percobaan dengan penambahan dispersing agent pada proses pasca tanning dapan menurunkan beban proses pengolahan limbah pada industri penyamakan kulit.


